Selasa, 16 Juni 2015

Antara Cinta dan.. Ah Entahlah

Cerita ini adalah cerita kita, ceritaku dan kekasihku yang seorang 'gamer'.
Ya.. GAMER

Terkadang lumayan membingungkan, antara haruskah aku bersyukur karena dia seorang gamer? (dikatakan gamer itu setia) ataukah aku harus bersedih karena dia seorang gamer? (super cuek, dll.. ya mungkin segala yg ada dipikirannya hanya game, sementara aku tdk pernah masuk ke dalam pikirannya walaupun hanya sekedar celah kecil di pojok pikirannya -_-")

Jadi, hampir setiap saat aku merindukannya, aku ingin selalu bersamanya. Apakah ini yang namanya cinta? Ya, sayang sekali mungkin itu cinta yang salah. Karena aku, ya, aku hanya mengganggunya.

Apa seorang manusia akan bahagia jika ada seseorang yg selalu ingin bersamanya? Awalnya aku berpikir demikian. Ya, andai saja dia selalu ingin bersamaku, itu hal yang sangat indah kan. Tapi kenyataannya tidak demikian. Seorang gamer ingin bersama game nya sepanjang waktu, bukan bersamamu. Aku jadi sedih.

Cerita sedihku berlanjut ketika dia mengatai ku dengan kata-kata yang 'sangat' kasar. Sangat kasar. Sekali lagi, sangat kasar. Aku rasa, seharusnya aku marah padanya. Ya, seharusnya aku begitu. Tapi hatiku selalu haus untuk bersamanya. Sampai-sampai aku tidak sempat memikirkan kata-kata buruk itu. Jadi, ini benar cinta? Tapi kenapa cinta sejahat ini T_T

Ijinkan aku menangis, meratapi kisahku ini, sendirian. Ya, pastinya sendirian, karena dia tidak akan memikirkanmu. Ahh... Jadi, apa dia tidak mencintaiku? Bukankah, belum ada satu minggu kita berpisah?

Seluruh kenangan seminggu yang lalu itu seolah berputar-putar di kepalaku dan menerkam hatiku. Membuatku sangat merindukannya. Sangat. Kalau ditanya, apa hal yang paling kau inginkan? Aku hanya ingin bersamanya.

Cinta adalah hal yang mengerikan. Hal yang bisa membuatmu lupa pada dirimu sendiri. Hal yang bisa membuatmu menjadi orang ter-jahatt, juga terbaik. Hal yang bisa membuatmu, tidak takut pada apapun, tidak takut pada neraka, maupun Penciptanya. Mengerikan sekali bukan?? Sangat mengerikan.

Kendalikan cintamu, sebelum dia membunuhmu! Ya ya... Bahkan orang yang aku cintai, menasehatiku bahwa, "Rasa cinta berlebihan itu tidak baik". -_- Andai aku bisa.

Kenapa aku terus mencintainya, itu hal yang paling membingungkan. Bukankah dia terlalu menyakitiku? Atau aku sadar kalau semuanya berawal dari kesalahanku sendiri? Atau.... Ah ya aku terlalu mencintainya.

Mari kita akhiri cerita sedih ini dengan bacaan hamdalah. Kemudian doa, agar dia segera mau menghubungi ku, agar rinduku ini segera berakhir.

Jangan anggap ini hanya sekedar kisah 4l4y, karena ini adalah perasaanku yang terdalam. Aku akan kembali ke tempat tidurku, memeluk jaket yang belum aku cuci (bahkan sampai sekarang aku masih bingung mau mencucinya atau tidak).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar